Sejarah Sistem Operasi. . .

Apakah anda sudah tahu sejarah tentang sistem operasi? Belum?

Ya udah, Sekarang penulis akan menerangkan sejarah tentang sitem operasi.

Selamat membaca. . .

=)

Sejarah Sistem Operasi

Menurut Tanenbaum, sistem operasi mengalami perkembangan yang sangat pesat, yang dapat dibagi ke dalam empat generasi :

•    Generasi Pertama (1945-1955)

Generasi pertama merupakan awal perkembangan sistem komputasi elektronik sebagai pengganti sistem komputasi mekanik, hal itu disebabkan kecepatan manusia untuk menghitung terbatas dan manusia sangat mudah untuk membuat kecerobohan, kekeliruan bahkan kesalahan. Pada generasi  ini belum ada sistem operasi, maka sistem komputer diberi instruksi yang harus dikerjakan secara langsung.

•     Generasi Kedua (1955-1965)

Generasi kedua memperkenalkan Batch Processing System, yaitu Job yang dikerjakan dalam satu rangkaian, lalu dieksekusi secara berurutan.Pada generasi ini sistem komputer belum dilengkapi sistem operasi, tetapi beberapa fungsi sistem operasi telah ada, contohnya fungsi sistem operasi ialah FMS dan IBSYS.

•    Generasi Ketiga (1965-1980)

Pada generasi ini perkembangan sistem operasi dikembangkan untuk melayani banyak pemakai sekaligus, dimana para pemakai interaktif berkomunikasi lewat terminal secara on-line ke komputer, maka sistem operasi menjadi multi-user (di gunakan banyak pengguna sekali gus) dan multi-programming (melayani banyak program sekali gus).

•    Generasi Keempat (Pasca 1980an)

Dewasa ini, sistem operasi dipergunakan untuk jaringan komputer dimana pemakai menyadari keberadaan komputer-komputer yang saling terhubung satu sama lainnya. Pada masa ini para pengguna juga telah dinyamankan dengan Graphical User Interface yaitu antar-muka komputer  yang berbasis grafis yang sangat nyaman, pada masa ini juga dimulai era komputasi tersebar dimana komputasi-komputasi tidak lagi berpusat di satu titik, tetapi dipecah dibanyak komputer sehingga tercapai kinerja yang lebih baik.

Sejarah Microsoft Windows

Microsoft pertama memulai pengembangan antar muka  Manajer (sesudah itu dinamai Microsoft Windows) pada September 1981. Walaupun Multiplan prototipe yang digunakan pertama dengan Menu Word-like pada bawah layar, antar muka telah diubah pada tahun 1982 menggunakan drop-down menu dan dialog kotak, seperti yang digunakan oleh Bintang Xerox.

Versi Microsoft windows di diskusikan seperti di bawah ini:
•    Windows 1.0
•    Windows 2.0
•    Windows/386
•    Windows 3.0
•    Windows 3.1
•    Windows 95
•    Windows 98
•    Windows Me
•    Windows NT
•    Windows 2000
•    Windows XP
•    Windows Server 2003
Windows 1.0

Microsoft akhirnya mengumumkan Windows pada bulan November 1983, dengan tekanan bahwa impian harus segera diwujudkan dari dan  Topview yang segera terjadi. Hal Ini terjadi setelah Apple Lisa di release (tetapi sebelum Macintosh), dan sebelum  Digital Research mengumumkan  GEM,  pesaing lingkungan grafis yang lain. Windows menjanjikan suatu antar muka grafis sederhana, device-independent grafik, dan dukungan multitasking. Pengembangan telah tertunda beberapa kali, bagaimanapun, dan versi yang pertama tersedia bagi pasar konsumen (setelah 55 tahun programmer dari pengembangan) pada bulan November 1985. Pemilihan dari aplikasi jarang, bagaimanapun, dan Windows penjualan adalah rendah hati. Yang berikut adalah fitur yang utama dari Windows 1.0 :

•    Graphical user interface (GUI) dengan menu drop-down, tiled windows, dan mouse support
•    Device-independent screen dan printer graphics
•    Cooperative multitasking of Windows applications


Windows 2.0

Windows 2.0, diperkenalkan pada musim gugur tahun 1987, menyajikan peningkatan usabilitas  yang penting terhadap Windows. Dengan penambahan icon dan overlap jendela, Windows menjadi suatu lingkungan yang baik untuk pengembangan dari aplikasi utama (seperti Excel, Word fork Windows, Corel Draw!, Ami, Pagemaker, dan Micrografx Designer). Penjualan telah menghimbau oleh runtime (Lingkungan Aplikasi  tunggal) versi yang disediakan oleh penjual perangkat lunak yang mandiri. Ketika Windows/386 (lihat bagian yang berikutnya) telah dilepaskan/release, Microsoft memberikan nama Windows Microsoft 2.0 menjadi Windows/286 untuk konsistensi. Berikut ini adalah perubahan yang utama dari versi yang lebih awal dari Windows :

•    Overlapping windows
•    PIF files for DOS applications

Windows/386

Di akhir 1987, Microsoft merelease Windows/386,yang secara fungsional setara dengan Windows/286, dapat menjalankan berbagai aplikasi DOS secara serempak di extended memori. Berbagai mesin virtual DOS dengan premptive multitasking merupakan fitur baru dalam Windows dari versi sebelumnya.

Windows 3.0

Microsoft Windows 3.0, yang direlease pada bulan Mei 1990, melengkapi memeriksa secara seksama dari lingkungan Windows. Windows 3.0 dapat mengalamati memori di atas 640KB, dan mempunyai antar muka yang jauh lebih powerful, vendor perangkat lunak yang mandiri mulai mengembang;kan aplikasi Windows dengan tenaga (vigor). Aplikasi baru  yang powerful membantu Microsoft menjual lebih dari 10 juta salinan dari Windows, hal tersebut menjadikan GUI yang paling laris dalam sejarah komputasi. Berikut adalah perubahan yang utama dari versi Windows sebelumnya :

•    Mode Standard (286), dengan dukungan memori besar
•    Mode 386 Enhanced, dengan memori besar dan berbagai dukungan sesi DOS preempitve
•    Tidak tersedia versi runtime
•    Program Manajer dan File Manajer ditambahkan
•    Dukungan jaringan
•    Mendukung untuk lebih dari 16 warna
•    Aplikasi Programming Interface (API) mendukung untuk combo boxes, menu hirarkis, dan private .ini file

Windows 3.1

Microsoft Windows 3.1, yang direlease pada  April 1992, menyajikan peningkatan penting terhadap Windows 3.0. Dalam dua bulan pertama nya, menjual di atas tiga juta salinan, termasuk upgrade dari Windows 3.0. Berikut adalah perubahan yang utama dari Windows 3.0 :

1.    No Real (8086) mode support
2.    Mendukung jenis tulisan (font) yang skalabel Truetype
3.    Kemampuan Multimedia
4.    Obyek Linking and Embedding ( OLE)
5.    Kemampuan mem-boot kembali aplikasi
6.    Mouse Trails untuk mempermudah mouse menggunakan  peralatan display LCD
7.    Perlindungan Interapplication  lebih baik dan diagnostik kesalahan yang lebih baik
8.    Mendukung  API multimedia dan networking

9.    Kompabilitas API level source dengan Windows NT

Windows 95

Windows 95 direlease pada Agustus 1995. Diarahkan pada pangsa pasar desktop, hal ini sangat berbeda dengan Windows 3.1 dan tidak lagi mensyaratkan DOS yang terpisah. Di rancang   untuk tetap berjalan bersama dengan Windows NT, yang menawarkan tingkat yang lebih besar dari kompabilitas mundur dengan perangkat lunak dan  driver yang lebih tua (terdahulu), atas biaya stabilitas dan keamanan dari Windows NT yang lebih besar. Fitur baru adalah sebagai berikut :

1.    Sesuatu yang baru, lebih Object-oriented GUI
2.    WIN32 API yang baru
3.    Preemptive multitasking dari aplikasi Win32
4.    Model memory flat 32-bit
5.    Protected memory
6.    Mendukung Built-in networking, termasuk dukungan dial-up
7.    Model driver 32-bit yang baru
Windows 98

Windows 98 direlease sebagai sebuah upgrade terhadap Windows 95. Windows 98 memiliki kesamaan antar muka (interface) dan fitur dari Windows 95, tetapi juga menyertakan update berikut ini :

•    32-bit allocation system (FAT32) yang tidak hanya mengijinkan drive hard disk lebih besar dari 2GB, tetapi juga penggunaan disk space yang lebih efisien, mengijinkan file untuk di-load lebih cepat dan mengambil tempat yang lebih sedikit; FAT32 dapat membaca drive hard disk sebesar 2TB (2000GB)

•    Dukungan untuk peripheral Universal Serial Bus (USB)

•    Dukungan untuk WebTV (sejak saat itu berubah menjadi MSN TV)

•    Dukungan untuk lebih dari satu monitor

•    Microsoft Web Server

•    Microsoft Task Scheduler

Beberapa fitur ini juga tersedia dalam versi Windows terbaru (dikenal dengan OSR2) yang telah didistribusikan dengan PC baru pada tahun 1998. OSR2 tidak pernah tersedia untuk penjualan ritel.

Pada 1999, Microsoft merelease Windows 98SE (Second Edition), yang meningkatkan Windows dan juga ditambahkan fitur sebagai berikut :

•    Dukungan untuk DVD-ROM

•    Internet Connection Sharing (ICS)

•    Meningkatkan waktu startup untuk program

•    Meningkatkan dukungan USB

Windows Me

Windows Me, atau Millenium Edition, di release tahun 2000 sebagai upgrade dari Windows 98SE. Sangat mirip dengan pendahulunya, Windows Me menyertakan kemampuan home networking baru, video capture dan editing, dan mekanisme baru untuk pemugaran system dalam keadaan darurat.

Microsoft menggantikan Windows Me dengan Windows XP, yang digambarkan dibawah.

Windows NT

Catatan : Untuk alasan keamanan dan support, UITS merekomendasikan penggunaan Windows 2000 Profesional atau Windows XP Profesional, daripada NT Workstation 4.0 pada jaringan Universitas Indiana. Windows NT 4.0 memasuki fase daur hidup yang ditingkatkan. Hal ini mempunyai arti bahwa tidak lagi dipertimbangkan sebagai mainstream teknologi , dan support akan menjadi lebih dibatasi selama fase ini. Untuk informasi lebih lanjut, lihat halaman Petunjuk Daur Hidup Product Desktop Microsoft Windows pada :

http://support.microsoft.com/?LN=en-us&pr=lifecycle

Windows NT adalah produk terpisah dari Windows 3.x, Windows 95, dan Windows 98.  Di arahkan pada pangsa pasar perusahaan, untuk digunakan pada workstation dan server yang high-end. Versi pertama, 3.1 dan versi 3.5 dan 3.51, menggunakan antar muka yang sama dengan Windows 3.1. Versi 4.0 menggunakan antar muka yang diperkenalkan pertama kali dengan Windows 95.

Windows NT 4.0 menawarkan fitur baru sebagai berikut :

•    Dukungan NTFS file system
•    Model keamanan (security model)
•    Remote Access Server (RAS)
•    Subsystem OS/2 dan POSIX
•    Kemampuan untuk berjalan pada prosesor Intel, Alpha, MIPS dan Motorola

Windows NT 4.0 terdiri dari dua versi : Advanced Server dan Workstation. Versi Advanced Server dengan software tambahan yang mengijinkannya untuk menunjukkan aturan dari server enterprise. Advanced server memiliki fitur berikut dalam tambahan yang ditemukan pada versi Workstation :

•    Software untuk menkontrol dan mengatur domain
•    Internet Information Server (IIS)
•    Dukungan untuk produk Microsoft BackOffice
•    Software server DHCP, DNS dan WINS

Windows 2000

Windows 2000 di release sebagai update atas Windows NT 4.0. Windows 2000 bukan upgrade dari Windows 98 atau 98SE.

Windows 2000 dibangun pada Windows NT dan menawarkan peningkatan sebagai berikut :

•    System operasi full 32-bit

•    Dukungan untuk NTFS atau FAT32, dengan dukungan untuk drive hard disk sebesar 32GB ketika menjalankan FAT32.

•    Windows File Protection, yang menjaga aplikasi yang di install dari penghapusan file system yang penting.

•    Mengurangi beberapa skenario reboot, termasuk instalasi program yang mensyaratkan sebuah reboot untuk perbaikan fungsi.

•    Dukungan untuk sampai 4GB Random Access Memory (RAM)

•    Microsoft Management Console (MMC)

•    Internet integrasi yang lebih kuat dengan Internet Explorer 5.0.1

Terdapat tiga versi Windows 2000 yang berbeda : Professional, Server dan Advanced Server. Professional di rancang untuk system desktop dan laptop,baik stand-alone dan network, untuk penggunaan individual. Server di rancang untuk menjalankan file dan printer servers. Advanced server di rancang untuk menjalankan server dengan lebih powerful; Advanced server telah mendukung tambahan RAM 4GB.

Windows XP

Di release pada akhir tahun 2001, Windows XP menggantikan tempat Windows family 95/98 dan NT.
Didasarkan pada kesamaan kode yang gunakan untuk membuat Windows 2000, XP terbagi dalam dua versi workstation pada saat diluncurkan : Home dan Professional. Kedua versi  menyatukan fitur Windows 2000. Sejak peluncuran asli nya, tiga edisi baru dari Windows XP telah di release. Termasuk diantaranya Media Center Edition, Tablet PC Edition, dan XP Professional x64 (64-bit) edition.

Catatan : Jika anda ingin meng-upgrade versi Windows terdahulu ke XP, UITS merekomendasikan sebuah intall bersih (clean install) daripada upgrade tradisional, dalam kaitan perbedaan yang kuat antara family sistem operasi yang terdahulu dengan Windows XP.

Windows XP Home Edition

Windows XP Home Edition telah menggantikan Windows 95, 98 dan Me.

Beberapa fitur-fitur baru yang ditawarkan oleh Windows XP Home Edition diantaranya :

•    Cepat, mudah berpindah antar user (pengguna) pada computer yang sama tanpa perlu menutup aplikasi.

•    Luna, desktop dengan rancangan terbaru, yang mana menaruh fitur-fituryang sering digunakan pada lokasi yang paling mudah ditemukan pada menu Start.

•    Peningkatan Windows Media Player , yang mengintegrasikan playback DVD, organisasi musik, dan burning CD.

•    Windows Messenger, yang menawarkan built-in pengiriman pesan  secara cepat melalui internet.

•    Windows Movie Maker, yang menawarkan built-in video capture dan editing.

•    Internet Explorer 6, versi dari Microsoft web browser terkini.

•    Remote Assistance, yang mengijinkan tehnisi untuk mengambil kontrol komputer sementara untuk mendiagnosis dan memperbaiki masalah, atau untuk mendemonstrasikan fitur-fitur.

•    System Restore, yang mengijinkan komputer untuk menyimpan kembali dirinya terhadap konfigurasi yang terkini jika terjadi sesuatu kesalahan.

•    Network Setup Wizard, mengijinkan setup yang lebih mudah untuk home network untuk file, printer dan Internet connection sharing.

Windows XP Professional Edition

Windows XP Professional Edition telah menggantikan Windows NT dan 2000. Sebagai tambahan terhadap fitur-fitur dari Home edition, yaitu menambahkan fitur-fitur baru untuk meningkatkan efisiensi networking dan task :

•    Remote Desktop, yang mengijinkan pembuatan virtual session pada satu computer dari computer lain melalui internet

•    Encryting File System, yang menawarkan keamanan yang lebih baik dengan file key-encrypting secara transparan.

•    Fast resume dari Hibernation, yang mengijinkan bekerja untuk resume yang cepat dan menyimpan waktu hidup batery pada komputer laptop.

•    Dukungan untuk networking 802.1x untuk networking wireless yang lebih aman.

Windows Server 2003

Windows Server 2003 di release sebagai sebuah upgrade terhadap Windows 2000 Server. Fitur-fitur tambahan pada Windows Server 2003 diantaranya:

•    Meningkatkan ketergantungan

•    Built-in support untuk web services

•    Runtime common language mengurangi jumlah bug dan lubang keamanan yang disebabkan oleh kesalahan pemrograman yang sering terjadi

•    Dukungan untuk prosesor 32-bit dan 64-bit (tergantung pada versi)

•    Symmetric multi-processing support sampai dengan prosesor 64

•    Dukkungan sampai dengan RAM 512GB

Terdapat beberapa versi Windows 2003 Server yang berbeda yaitu: Standard Edition, Enterproses Edition, Datacenter Edition, Web Edition dan Small Business Server 2003.

Sejarah Open Source Software

Awalnya ketika IBM menjual komputer komersial large scale pertama pada tahun 1960, IBM muncul dengan beberapa software yang free, maksudnya adalah secara bebas (freely) dibagikan diantara pengguna, mulai dari source code dan kemudian improvisasi dan modifikasi. Pada akhir tahun 1960 an, situasi mulai berubah setelah IBM Software mulai mempaketkan software dan pada pertengahan tahun 1970 an,  software mulai terbiasa dengan non-free software dimana menyebabkan user tidak diijinkan untuk mendistribusikan software, sorce code yang tidak disediakan sehingga user tidak dapat memodifikasi program (software).

Pada akhir tahun 1970 an serta awal tahun 1980 an, 2 grup yang berbeda mulai terbentuk dengan berdasarkan Open Source Software yaitu :

a.    Pesisir timur US, Richard Stallman, seorang programmer formal MIT AI lab, mengundurkan diri dan meluncurkan GNU Project dan Free Software Foundation. Tujuan pokok dari GNU Project adalah membangun Sistem Operasi yang Free (gratis) dan Richard memulainya dengan coding dari beberapa programming tools (compiler, editor ,dll). Sebagai tools yang legal, GNU General Public License (GPL) didesain bukan hanya untuk menjamin bahwa software yang dihasilkan GNU tetap free, tetapi juga untuk mengembangkan produksi dari free software. Dari segi filosofi, Richard Stallman juga menulis GNU manifesto, mulai dari ketersedianan source code dan kebebasan untuk mendistribusikan serta memodifikasi software adalah azas yang mendasar.

b.    Pesisir barat US, Computer Science Research Group (CSRG) dari Universitas California di Barkeley tengah mengembangkan system Unix dan membangun sejumlah aplikasi yang kemudian dikenal dengan “BSD Unix“.  Usaha ini didanai penuh oleh DARPA (secara kontrak) dan jaringan komunitas hacker Unix  diseluruh dunia membantu dalam debugging, maintain serta improvisasi system. Selama beberapa waktu, software tidak didistribusikan diluar komunitas holders dari lisensi AT&T Unix. Tetapi pada akhir tahun 1980 an, software akhirnya didistribusikan dibawah lisensi BSD, satu dari lisensi open source pertama. Sayangnya, setiap kali user dari BSD Unix memerlukan lisensi AT&T Unix, sejak beberapa bagian dari kernel dan sejumlah utility penting, yang diperlukan untuk usable system tetap menjadi non-free software (rahasia).

Sepanjang tahun 1980 an sampai awal 1990 an, software open source melanjutkan perkembangannya, dimulai dari beberapa grup yang terisolasi. USENET dan internet membantu dalam upaya  pengkoordinasian antar Negara dan membangun komunitas user yang kuat. Seceara perlahan, banyak software yang telah dikembangkan mulai beritegrasi. Hasil dari integrasi itu, lingkungan yang lengkap dapat dibangun pada UNIX sebagai penggunaan software open source. Pada banyak kasus, system administrator mulai mengganti tools standar dengan GNU Program. Pada saat itu, banyak aplikasi yang mulai menjadi yang terbaik (utiliti UNIX, compiler dll).

Sepanjang tahun 1991-1992, keseluruhan ruang lingkup software open source dan pengembangan software pada umumnya, telah mulai berubah. 2 kejadian menarik yang terjadi walau berbeda komunitas :

1.    Di California, Bill Jolitz mengimplementasikan bagian yang gagal menjadi distribusi Net/2, sampai dengan siap berjalan pada mesin i386. Net/2 adalah hasil upaya CSRG untuk menghalangi ”BSD Unix” (free code dari hak cipta AT&T). Bill menyebut hasil pekerjaannya dengan 386BSD dan secara cepat lebih disukai dibandingkan dengan BSD dan komunitas Unix. 386BSD tidak hanya terdiri dari kernel tetapi juga utilitas lainnya, yang membuat sistem operasi yang lengkap. Pekerjaan ini di dilengkapi dengan lisensi BSD yang mana ikut membuatnya menjadi software ber-flatform gratis. 386BSD juga terdiri dari free software dengan lisensi lainnya (sebagai contoh GNU Compiler).

2.    Di Finlandia, Linus Torvalds, pelajar computer science, tidak senang dengan Minix milik Tanenbaum, mengimplementasikan linux kernel versi pertama. Kemudian, banyak orang mulai berkolaborasi untuk membuat kernel ini menjadi lebih berguna dan menambahkan banyak utility untuk melengkapinya menjadi GNU/Linux, sistem operasi real. Kernel linux dan aplikasi GNU yang digunakan dillindungi oleh GPL.

Tahun 1993, GNU/Linux dan 386BSD menjadi flatform yang stabil. Sejak itu, 386BSD mulai berkembang menjadi keluarga dari sistem operasi berdasarkan BSD (NetBSD, FreeBSD, OpenBSB), dimana kernel linux berkembang dan mulai digunakan pada distribusu GNU/Linux (Slackware, Debian, Red Hat, Suse, Mandrake dan lainnya). Tahun ini pula munculnya GNOME dan KDE, yang digunakan sebagai projek yang digunakan untuk kualitas yang tinggi.

Akhir tahun 1980 an,  adalah tahun yang menyenangkan dimana mulai respek terhadap software open source. System open source berdasarkan GNU/Linux atau BSD mulai mendapat sambutan public dan menjadi alternative riil bagi pemilik system, bersaingan frontal dengan pemimpin pasar saat itu (seperti Windows NT Server).

Definisi Open Source

Tidak mudah untuk mendefinisikan kata Open Source Software hanya dalam beberapa kata, hal ini dikarenakan banyaknya kategori dan variant yang masih ada. Tetapi hal ini tidak terlalu rumit karena ide dasarnya adalah simple.

Ide Umum Open Source Software

Dalam bahasa inggris, free software memiliki arti yang ambigu,dari kata free itu sendiri yang dapat berarti bebas atau gratis. Oleh sebab itu, kita akan menggunakan konsep Open Source berdasarkan kebebasan user dalam menggunakan, pendistribusian dan lainnya serta software gratis (tanpa biaya).

Feature utama dari karakteristik free (Open Source) adalah kebebasan dari user   untuk :

•    Menggunakan software sesuai keinginannya, untuk apapun yang mereka inginkan, pada beberapa komputer dalam situasi yang tepat secara teknis.

•    Memiliki software yang tersedia sesuai kebutuhan. Tentu saja meliputi improvisasi, perbaikan bugs, memperbesar fungsinya dan dokumentasi pengoperasiannya.

•    Mendistribusikan software kepada user lainnya, untuk digunakan berdasarkan kebutuhannya. Pendistribusian bisa saja free, atau dengan biaya.

Keuntungan dan kerugian dari Open Source Software

Motivasi dari penggunaan dan pengembangan open source software beraneka ragam, mulai dari filosofi dan alasan etika sampai pada masalah praktis. Biasanya, keuntungan yang dirasa pertama dari model open source adalah fakta bahwa ketersediaan open source diciptakan secara gratis atau dengan biaya yang rendah.

1. Keuntungan Open Source Software

Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :

a.    Ketersedian source code dan hak untuk memodifikasi,
Ini merupakan hal yang penting. Hal ini menyebakan perubahan dan improvisasi pada produk software. Selain itu, hal ini memunculkan kemungkinan untuk meletakan code pada hardware baru,  agar dapat diadaptasi pada situasi yang berubah-ubah, dan menjangkau pemahaman bagimana sistem itu bekerja secara detail.

b.    Hak untuk mendistribusikan modifikasi dan perbaikan pada code,
Hal ini merupakan titik perbedaan Open Source Software dengan Free Software.  Pada kenyataannya, hak pendistribusian diakui dan merupakan hal yang umum, ini adalah hal yang berpengaruh bagi sekumpulan developer (pengembang) untuk bekerja bersama dalam project Open Source Software.

c.    Hak untuk menggunakan software,
Ini merupakan kombinasi dari hak pendistribusian, menjamin (jika software cukup berguna) beberapa user yang mana membantu dalam menciptakan pasar untuk mendukung dan berlangganan software. Hal ini juga membantu dalam improvisasi kualitas dari produk dan improvisasi secara fungsi. Selain itu akan menyebabkan sejumlah user untuk mencoba produk dan mungkin menggunakannya secara reguler.

2. Kerugian Open Source Software

Beberapa karakteristik yang menyebabkan Open Source model mendapatkan keuntungan :

a.    Tidak ada garansi dari pengembangan,
Biasanya terjadi ketika sebuah project dimulai tanpa dukungan yang kuat dari satu atau beberapa perusahaan,  memunculkan  celah awal ketika sumber code masih mentah dan pengembangan dasar masih dalam pembangunan.

b.    Masalah yang berhubungan dengan intelektual property,
Pada saat ini, beberapa negara menerima software dan algoritma yang dipatentkan. Hal ini sangat sulit untuk diketahui jika beberapa motede utama untuk menyelesaikan masalah software di patenkan sehingga beberapa komunitas dapat dianggap bersalah dalam pelanggaran intelektual property.

c.    Kesulitan dalam mengetahui status project,

Tidak banyak iklan bagi open source software, biasanya beberapa project secara tidak langsung ditangani oleh perusahaan yang mampu berinvestasi dan melakukan merketing.

Lisensi dari Open Source Software

Beberapa lisensi umum pada open source software yaitu :

a.    BSD (Berkeley Software Distribution),
Secara ringkas, pendistribusian dapat dilakukan sepanjang berhubungan dengan software, meliputi penggunaan propierty produk. Pencipta hanya ingin pekerjaan mereka dikenali dan tanpa memerlukan biaya. Hal ini menjadi penting karena lisensi ini tidak melibatkan beberapa pembatasan dengan menjamin dan berorientasi pada turunan awal open source.

b.    GPL (GNU General Public Licence),
Ini adalah lisensi bagi software yang bernaung dalam distribusi GNU Project.  Saat ini masih dapat kita jumpai / menemukan banyak software yang tidak berkaitan dengan GNU Project. GPL secara hati-hati didesain untuk mempromosikan produk dari free software  dan karena itu, secara eksplisit melarang beberapa tindakan pada software yang dapat merusak integrasi dari GPL software pada program proprietary (kepemilkan). GPL berdasar pada UU Internasional yang menjamin pelaksanaannya. Karakterisitik utama dari GPL meliputi pendistribusian, tapi hanya jika souce code itu tersedia dan juga dijamin; serta mengijinkan pendistribusian source; mengijinkan modifikasi tanpa pembatasan  dan integrasi lengkap dengan software lain.

c.    MPL (Mozilla Public Licence),
Ini adalah lisensi yang dibuat oleh Netscape dalam mendistribusi code dari Mozilla, versi baru dari navigator jaringan. Banyak respek yang mirip dengan GPL tetapi lebih berorientasi pada perusahaan level enterprise.

d.    Lainya seperti : Qt  (oleh Troll-Tech), X Consortium dll.

Intelektual Property dari Open Source Software

Umumnya pada kasus teknologi informasi, isu yang berhubungan dengan hak milik intelektual ( intellectual property ) adalah penting bagi software Open Source. Dari 4 mekanisme UU Internasional yang menyediakan perlindungan, hanya tiga ( hak cipta, hak paten dan merek dagang ) yang dapat digunakan bagi software open source. Yang keempat, rahasia degang ( trade secret ), adalah mekanisme yang tidak cukup memadai bagi Open Source Software, karena mengandung ketidakjelasan bagi software open source atau mengandung pembatasan pada modifikasi atau dalam menjual kembali dan pendistribusian pada project turunan.

•    Open Source dan Copyright Law

Hak cipta menjadi metode umum perlindungan bagi produk software. Sesungguhnya, lisensi Open Source dapat diterapkan, karena mereka menggunakannya, dalam satu atau beberapa bentuk hak cipta hukum. Dasar dari penggunaan ini adalah sederhana:hak cipta hukum, secara default, tidak mengijinkan dalam pendistribusian (serta penggunaan secara gratis) dari software itu sendiri.
Satu-satunya cara agar pendistribusian dapat dilakukan adalah dengan mengabulkan ijin khusus dalam lisensi. Dan didalam lisensi itu dapat memaksa distributor untuk memenuhi kondisi-kondisi tertentu. Ini cara bagaimana lisensi open source bekerja. Mereka menggunakan mekanisme ini untuk dapat menyelenggarakan kondisi-kondisi tertentu, berdasar pada penciptanya (seperti yang dilakukan BSD), dengan kewajiban dalam pendistribusian beberapa project turunan sama seperti lisensi aslinya (seperti yang dilakukan GPL).

Kebanyakan, lisensi open source didesain berdasarkan pada hukum Amerika Serikat.  Baru-baru ini beberapa riset mengenai penerapannya telah dilakukan dibebrapa negara. Masalah ini penting bagi kemajuan Open Source, karena banyak dari model Open Source tergantung, dalam banyak perbandingan, serta dalam validitas lisensi Open Source.

Ada juga suatu isu menarik dalam hubungan dengan hak cipta dalam interface yang spesifik, yang mempengaruhi operasi dari program open source dengan masalah kepemilikan. Dalam beberapa kasus, beberapa perusahaan yang telah dipaksa untuk memberikan akses bagi masuknya informasi untuk program yang berjalan atau sistem operasi, dengan mengijinkan developer untuk memperluas dan mengintegrasikan komponen software didalam sistem ataupun program mereka. Informasi ini biasanya dilindungi dan yang dijual hanya pada developer yang ter-registrasi, memelihara kendali bagi siapa dan kemana informasi akan bocor keluar.

•    Open Source dan Paten Software

Hak Paten Software, biasanya tejadi ketika software tersebut mewarisi algoritma rendah, dapat dengan mudah ditemukan oleh banyak developer, ini menghadirkan ancaman serius bagi individu pengembang open source itu sendiri dan perusahaan kecil, yang tidak mampu berupaya dalam biaya persidangan dalam me-matenkan software. Ironsinya, situasi ini menjadi lebih rumit bagi Open Source Software dibandingkan dengan kepemilikan software kotak hitam, karena codenya itu sendiri dapat diakses oleh pemegang patent itu sendiri.

Pada kebanyakan kasus, perusahaan dan individu berusahaa untuk mendapatkan hak eksklusif berdasarkan pada teknologi tertentu melalui paten, dan baru-baru ini, semakin banyak hak paten pada algoritma yang pokok dan  prosedur telah diwariskan, terutama di Amerika Serikat. Kita yakin bahwa ini adalah suatu praktek yang berbahaya, tidak hanya bagi software Open Source pada umumnya, tetapi juga bagi industri software dan praktisi software secara umum.

Open Source Software biasanya akan mudah menjadi serangan dalam hal paten, karena hanya sedikit perusahaan source-based yang mempunyai kemampuan keuangan untuk melindungi diri terhadap serangan hak paten dalam penuntutan perkara. Selain itu juga, jika paten dimunculkan pada teknologi atau teknik yang sangat luas, mungkin saja untuk mengakali patent dan menciptakan suatu alternatif paten yang free.

Sejarah Linux

1.    UNIX

Dahulu, sekitar lebih dari 30 tahun yang lalu, komputer masih memiliki ukuran yang besar (sebesar rumah, bahkan stadion), dan tiap-tiap komputer memiliki sistem operasi yang berbeda. Perangkat lunak (software) selalu disesuaikan untuk tujuan-tujuan tertentu, dan perangkat lunak yang ditujukan untuk satu sistem, tidak dapat digunakan pada sistem yang lain. Dengan memiliki kemampuan untuk bekerja dengan suatu sistem, belum tentu dapat bekerja dengan sistem yang lain. Tentunya hal ini sangat menyulitkan pengguna (user) dan pengelola sistem (system administrator) tersebut.

Pada tahun 1969, sebuah tim yang terdiri dari para pengembang di Bell Labs Laboratories, mulai bekerja untuk mencari solusi untuk mengatasi permasalahan perangkat lunak yang sedang terjadi. Mereka mengembangkan sebuah sistem operasi baru yang:

1. Sederhana dan elegan.
2. Ditulis dalam bahasa pemrograman C sebagai pengganti dari kode mesin (assembly code).
3. Kode-kode yang digunakan dapat digunakan kembali (recycle).

Para pengembang dari Bell Labs menamakan proyek mereka “UNIX”. Kemampuan untuk menggunakan kembali kode-kode yang ada merupakan fitur yang sangat penting.

Kemudian, semua sistem komputer yang tersedia secara komersial menggunakan sistem operasi yang kode-kodenya dibuat khusus untuk satu sistem. UNIX sebenarnya hanya membutuhkan sebagian kecil dari kode-kode spesial tersebut, yang saat ini secara umum dinamakan “kernel”. Sistem operasi dan semua fungsi-fungsi lainnya dibuat dan dibangun berdasarkan kernel tersebut dan ditulis dalam bahasa pemrograman yang lebih tinggi, C. Bahasa pemrograman tersebut dikembangkan secara khusus untuk membuat sistem UNIX. Dengan menggunakan tehnik baru ini, untuk mengembangkan sistem operasi yang dapat digunakan pada berbagai tipe perangkat keras (hardware) menjadi jauh lebih mudah.

Kemudian mulai dikembangkan komputer dengan ukuran yang lebih kecil dan pada akhir tahun 80-an, sudah banyak orang yang memiliki komputer rumah (home computer). Pada saat itu, terdapat berbagai versi dari UNIX yang tersedia untuk arsitektur komputer pribadi (personal computer, PC), tetapi tidak ada satupun yang benar-benar bebas (free), dan yang lebih penting lagi: lambat, sehingga kebanyakan orang menggunakan MS DOS atau Windows 3.1.

2.    Linus dan Linux

Pada awal tahun 90-an, komputer rumah sudah sudah mampu untuk menggunakan sistem UNIX yang lengkap. Linus Torvalds, seorang pemuda yang sedang mempelajari ilmu komputer di University of Helsinki, berpikir bahwa merupakan sebuah ide yang bagus untuk memiliki sebuah versi UNIX yang bebas untuk digunakan bagi kalangan akademisi, dan dia mulai membuat kode-kodenya.

Linus mulai bertanya, mencari jawaban dan solusi yang dapat membantunya mendapatkan UNIX untuk komputer pribadinya. Berikut ini merupakan satu dari post pertamanya di comp.os.minix pada tahun 1991:

Dari awal, sudah merupakan tujuan dari Linus sendiri untuk mendapatkan sebuah sistem yang bebas dan sepenuhnya sesuai dengan UNIX yang asli. Karena itulah Linus menanyakan tentang standar-standar POSIX. POSIX masih menjadi standar untuk UNIX.

Pada masa itu, plug and play belum ditemukan, tetapi begitu banyak orang yang tertarik untuk memiliki sistem UNIX milik mereka sendiri. Drivers baru menjadi tersedia bagi semua jenis perangkat keras, dalam kurun waktu yang begitu cepat. Sampai-sampai ketika sebuah perangkat keras baru tersedia, seseorang membelinya dan menyerahkannya ke tempat testing linux. Ketika sistem tersebut secara bertahap mulai diinginkan orang, semakin banyak kode-kode bebas yang tersedia, bahkan dalam cakupan perangkat keras yang lebih luas. Para pembuat kode (coder) tidak hanya berhenti pada komputer pribadi mereka saja, setiap perangkat keras yang mereka temukan akan berguna bagi linux.

Kemudian para pembuat kode tersebut dipanggil dengan sebutan “nerds” atau “freaks”, tapi hal itu bukan merupakan suatu masalah bagi mereka, selama dukungan terhadap perangkat keras semakin bertambah. Terima kasih untuk orang-orang tersebut, sekarang linux tidak hanya ideal untuk digunakan pada komputer pribadi tetapi juga bisa digunakan pada perangkat keras tua yang tidak akan berguna bila linux tidak ada.

Dua tahun setelah Linus mengirimkan post, pengguna linux sudah mencapai 12000 orang. Semua fitur yang dimiliki UNIX ditambahkan dalam selang waktu beberapa tahun setelah itu, yang berakibat pada semakin matangnya linux pada masa sekarang ini. Linux merupakan tiruan lengkap (full clone) dari UNIX, cocok untuk digunakan pada workstation, begitu juga dengan server kelas menengah dan kelas atas. Saat ini, banyak pemain penting pada pasar perangkat keras dan perangkat lunak memiliki tim pengembang linux sediri.

Sejarah Unix BSD

Perjalanan panjang Varian Unix BSD dimulai pada tahun 1973, dimana pada waktu itu Prof. Bob Fabry dari Universitas California Berkeley menyatakan minat untuk mendapatkan sistem operasi Unix kepada Ken Thompson dan Dennis Ritchie pada kegiatan ”Symposium on Operating Systems Principles” di Universitas Purdue. Prof. Bob Fabry bermaksud mendapatkan Unix untuk eksperimen pada sebuah mainframe milik Universitas Berkeley. Pada tahun 1974 sebuah tape yang berisi Unix versi 4 datang ke Berkeley dan di-install-kan oleh mahasiswa pasca sarjana Keith Standiford pada komputer PDP-11/45.

Meskipun komputer PDP-11/45 pada saat itu diklaim komputer yang cukup mudah untuk menginstall Unix, namun pada kenyataannya berbagai macam masalah dihadapi oleh Keith Standiford dalam menjalankan Unix pada PDP-11/45, karena itu Ken Thompson di Bell Labs AT&T New Jersey melakukan remote debugging pada mesin PDP-11/45 milik Universitas Berkeley di California, karena Universitas Berkeley hanya memiliki 300-baud acoustic-coupled modem, maka Ken Thompson melakukan panggilan terlebih dahulu kepada Keith Standiford diruangan komputer PDP-11/45 tersebut untuk selanjutnya meminta Keith Standiford memasukkan sambungan telepon tersebut ke modem. Dengan demikian Ken Thompson dari New Jersey di pantai timur Amerika Serikat dapat melakukan remote debugging ke Universitas California Berkeley di pantai barat Amerika Serikat.

Masalah yang lain muncul yaitu karena status komputer PDP-11 adalah milik bersama Departemen Matematika dan Statistika juga, departemen tersebut ingin menjalakan RSTS dari DEC, sedangkan Departemen Ilmu Komputer ingin menjalan Unix. Akhirnya kata sepakat dicapai dengan menjalankan masing-masing sistem secara bergantian.

Pada tahun 1975, Departemen Ilmu Komputer Universitas California Berkeley membeli komputer baru sebuah DEC 11/70. Pada tahun yang sama Ken Thompson menjadi Profesor Tamu pada almamaternya yaitu Universitas California Berkeley, Ken Thompson datang dengan membawa sistem operasi Unix versi 6. Dua orang mahasiswa pasca sarjana yaitu Bill Joy dan Chuck Haley membantu Ken Thompson untuk meng-hacked Unix versi 6 tsb pada komputer DEC 11/70. 1

Pada akhir musim panas 1976, Ken Thompson kembali ke Bell Labs New Jersey, seiring dengan kepergian Ken Thompson, Bill Joy dan Chuck Haley mulai mengoprek kernel sistem operasi Unix versi 6 tersebut, berbekal dengan pengalaman satu tahun terakhir mengoprek Unix bersama Ken Thompson sebelumnya.

Akhirnya pada awal tahun 1977, Bill Joy mengeluarkan ”Berkeley Software Distribution”, pada distribusi pertama mencakup pula compiler Pascal dan editor Ex. Pada tahun 1978 Bill Joy memutuskan software yang ada pada distribusi harus diperbaharui seiring dengan banyaknya feedback dari komunitas, hasilnya pada tahun 1978 tersebut keluar ”Second Berkeley Software Distribution” atau disingkat 2BSD, termasuk didalamnya compiler Pascal, editor vi dan termcap.

Pada tahun 1978, Departemen Ilmu Komputer Universitas Berkeley, membeli sebuah komputer VAX-11/780 dari DEC, meskipun komputer tersebut sudah memiliki sistem operasi sendiri yang dikenal dengan nama VMS, namun Departemen Ilmu Komputer menginginkan Unix 32/v (Seventh Edition) dapat berjalan diatas komputer VAX-11/780 tersebut. Lagi-lagi Bill Joy diminta membantu melakukan porting Unix 32/V tersebut untuk mesin VAX-11/780, pada awal Januari 1979, akhirnya Unix 32/V (Seventh Edition) dapat berjalan dengan mulus pada komputer VAX tersebut, pada saat itu juga Bill Joy, memutuskan untuk melakukan porting 2BSD untuk komputer VAX dengan pertimbangan komputer VAX tersebut jauh lebih canggih (berarsitektur 32 bit) daripada PDP-11 yang hanya 16 bit. Pada bulan Januari 1979 distribusi lengkap telah diselesaikan hasilnya 3BSD sebagai distribusi sistem VAX pertama dari Berkeley.

Pada musim gugur 1979, Prof Bob Fabry, merepson keinginan DARPA (Defense Advanced Research Projects Agency) untuk memperbaiki 3BSD untuk kepentingan komunitas DARPA, dimana pada waktu itu untuk keperluan mengkoneksikan semua komputer pada pusat-pusat riset. Untuk lebih memantapkan pekerjaan dari DARPA tersebut, Prof Bob Fabry, membentuk CSRG (Computer System Research Group).

Pada Oktober 1980 lahir 4BSD, selama 9 bulan kedepan sejak kelahirannya sebanyak 150 kopi telah dikirimkan. Lisensi dibuat berdasarkan institusi bukan per komputer. Karena sudah tersebar luas 4BSD banyak menuai kritik terutama masalah kinerja yang dinilai masih lamban daripada VMS. Untuk itu pada Juni 1981, 4.1BSD lahir dengan berbagai macam perbaikan. Pada awalnya distribusi tersebut akan diberi nama 5BSD, namun pihak AT&T keberatan karena akan membingungkan pelanggan, karena pada saat itu terdapat juga sistem operasi Unix system V, untuk itu Berkeley mengalah dan memberi nama distribusi tersebut 4.1BSD. DARPA cukup puas dengan hasil yang diperoleh dan berminat untuk memperpanjang kontrak dengan CSRG. DARPA berharap hasil kerja berikutnya adalah: fast file system untuk mendukup teknologi disk yang ada pada saat itu, fasilitas komunikasi interproses agar para peneliti DARPA dapat bekerja dalam lingkungan distributed computing, dan fasilitas networking yang terintegrasi sehingga dapat berpartisipasi dalam ARPAnet. Sebagai pendahuluan release pada April 1982, dikeluarkan 4.1aBSD untuk keperluan lokal saja (Berkeley dan DARPA), pada saat itu banyak kritik dan saran perbaikan untuk 4.1aBSD, untuk itu pada Juni 1982 dikeluarkan 4.1bBSD. Release 4.1b BSD ini cukup stabil dan baik maka pada April 1983 dikeluarkan 4.1c BSD. Dengan sedikit perbaikan pada 4.1c BSD, pada Agustus 2003 dikeluarkan 4.2BSD. 4.2BSD pada saat itu sangat populer, lebih dari 1000 institusi mempunyai lisensi 4.2BSD tersebut, para vendor pun pada saat itu lebih suka menawarkan 4.2BSD ketimbang Unix system V karena 4.2BSD mempunyai fasilitas Networking dan Fast File System.

Dengan berbagai macam kritik dan feedback, maka pada tengah 1986 di-release 4.3BSD, selanjutnya pada Juni 1988 di-release 4.3BSD Tahoe dan pada Juni 1990 di-release 4.3BSD Reno. Selain release tsb ada pula release networking yaitu: 4.3BSD Net1 pada Maret 1989 dan 4.3BSD Net2 pada Juni 1991. Release ini tidak tidak memiliki source code yang bersifat proprietary sehingga dapat secara bebas didistribusikan dalam bentuk source code maupun binary.

Release terakhir dari CSRG adalah 4.4BSD, pada saat yang bersamaan juga CSRG me-release 4.4BSD-Lite yang berisi source code non-proprietary dan users tidak perlu memiliki lisensi Unix, namun 4.4BSD-Lite ini mendapat aksi legal dari USL (Unix System Laboratories) yang mengklaim 4.4BSD-Lite mengandung source code asli Unix dari AT&T, hal ini berlanjut hingga ke pengadilan. Setelah 1 tahun proses pengadilan berlangsung akhirnya USL dan BSD mencapai kata sepakat (damai), sisa uang yang ada pada CSRG dipakai untuk me-release 4.4BSD-Lite release 2 pada Juni 1995.

Sejarah dan Perkembangan FreeBSD

Proyek FreeBSD dimulai pada awal 1993, sebagian sebagai perkembangan dari “Unofficial 386BSD Patchkit” dari 3 koordinator “patchkit” ini, yaitu: Nate Williams, Rod Grimes dan Jordan Hubberd.

Versi resmi pertama yang dirilis adalah FreeBSD 1.0 pada Desember 1993, yang dikoordinasikan oleh Kordan Hubbard, Nate Williams dan Rod Grimes dengan nama yang diajukan oleh David Greenman. Walnut Greek CDOM yang kemudian menyetujui untuk mendistribusikan FreeBSD dalam CD dan memberikan sebuah mesin untuk bekerja dalam proyek tersebut, dalam koneksi internet yang cepat, yang kemudian dikatakan oleh HUbbard sangat membantu perkembangan cepat FreeBSD. Pada bulan Mei 1994 FreeBSD 1.1 yang sukses dirilis. Akan tetapi, terdapat beberapa perhatian tentang legalitas ‘BSD Net/2 release source code’ yang digunakan pada 386BSD. Setelah sebuah perkara hukum antara UNIX yang mempunyai copyright, Uniix System Laboratories dengan University of California, Berkeley, proyek FreeBSD kembali membangun kebanyakan sistem dengan menggunakan 4.4 BSD-Lite yang dirilis Berkeley, yang membuat perkara hukum ini tidak mempunyai satupun AT&T source code yang dimiliki BSD yang pertama, yang membuatnya tidak dapat digunakan. Dengan usaha yang besar kemudian dirilis sebagai FreeBSD 2.0 pada Januari 1995.

FreeBSD 2.0 memberi fitur yang merubah fitur original memori sistem virtual Carnegie Mellon University Mach, yang dioptimasi untuk performa dalam beban yang tinggi. Rilis-an ini juga mengenalkan sistem FreeBSD Ports, yang membuat instalasi, pen-download-an dan pembentukan software pihak ketiga menjadi sangat mudah. Pada tahun 1996 FreeBSD telah menjadi populer di kalangan komersil dan pengguna ISP, yang digunakan pada situs-situs sukses seperti Walnut Creek CDROM, Yahoo! dan Hotmail. Versi terakhir dari versi 2 FreeBSD, yaitu versi 2.2.8 dirilis pada November 1998.

FreeBSD 3.0 membawa banyak perubahan, berganti format ke format ELF binary. Sistem SMP dan platform 64bit ALpha juga didukung pada versi ini. Versi stabil-3 diakhiri dengan versi 3.5.1 pada Juni 2000.

Rilis terakhir yang stabil dari FreeBSD adalah versi 7.0 yang dirilis pada Februari 2008.

Sejarah dan Pengembangan Slackware

Slackware adalah distribusi Linux yang dibuat oleh Patrick Volkerding. Slackware merupakan distribusi awal dari Linux dan merupakan distro tertua yang masih dikembangkan sampai saat ini. Slackware mempunyai target yaitu desain yang stabil dan simple, dan menyerupai desain dari sistem UNIX.

Nama

Nama slackware diambil dari fakta bahwa distribusi ini dimulai dengan projek yang bersifat privat dan tidak ada komitmen tertentu. Untuk mencegah dianggap sebuah projek serius, Volkerding memberikan nama yang mengandung humor, walaupun slackware sudah menjadi projek yang serius.
Nama “Slack” dari Slackware berhubungan dengan “Slack” yang didefinisikan oleh Gereja dari SubGenius.

Sejarah

Slackware adalah turunan asli dari Softlanding Linux System, distribusi Linux original yang paling populer. SLS mendominasi pasar sampai akhirnya mereka membuat keputusan untuk mengganti executable format dari a.out menjadi ELF. Hal ini bukan merupakan keputusan yang tepat di antara user pada saat itu. Akhirnya Patrick Volkerding me-release versi modifikasi dari SLS yang diberi nama Slackware. Release pertama slackware pada tanggal 16 July 1993. Slackware tersedia dalam bentuk image yang berukuran disket yang disediakan oleh anonymus FTP. Slackware kemudian menggantikan SLS sebagai distribusi paling dominan saat itu.
Pada tahun 1999, nomor release slackware menunjukkan banyak peningkatan mulai dari 4 ke 7. Hal ini dijelaskan oleh Patrick Volkerding sebagai usaha marketing untuk menunjukkan bahwa slackware merupakan distribusi Linux yang up-to-date yang sama dengan distribusi Linux yang lain.
Pada tahun 2005, lingkungan desktop GNOME dikeluarkan dari slackware. Dikeluarkannya GNOME dari slackware dianggap signidikan oleh komunitas Linux, karena lingkungan dekstop tersebut sudah banyak dijumpai di distribusi Linux yang lain. Karena itu, beberapa komunitas projek mulai menawarkan distribusi GNOME untuk slackware.

Filosofi desain

Beberapa orang menganggap slackware adalah contoh dari desain KISS. KISS bisa diartikan sebagai berikut “Keep It Simple & Stupid”, “Keep It Sweet & Simple”, and “Keep It Short & Simple”. Dalam konteks ini, “simple” dianggap sebagai tampilan yang simple bukan dari mudahnya penggunaan. Sebagian besar dari software slackware menggunakan konfigurasi orisinil dari pembuat software. Ini adalah alasan kenapa sedikit sekali Tools Grafik untuk konfigurasi sistem. Hal ini berdampak pada kemudahan penggunaan.

Sejarah Mac OS X 10.4 “Tiger”

Mac OS X 10.4 “Tiger” pada awalnya ditinjau oleh Steve Jobs dari Apple CEO dalam pokok pidato yang disampaikannya di Konferensi Pengembang Sedunia (Worldwide Developers Conference) pada tanggal 28 Juni 2004. Kemudian pada bulan Desember 2004, beberapa pengembang non komersial merilis Tiger yang bocor di internet. Akibatnya, Apple menuntut file sharer, orang yang mendistribusikan Tiger untuk didownload bebas dengan menggunakan BitTorrent. Pada tanggal 12 April 2005, diumumkan bahwa Tiger resmi diluncurkan di seluruh dunia pada tanggal 29 April. Semua Apple Store diseluruh dunia menyelenggarakan seminar tentang Tiger, dan mendemokannya.

Pada 6 Juni 2005 pada Worldwide Developers Conference di San Fransisco, Jobs mengumumkan bahwa hampir 2 miliar copy terjual dalam enam bulan semenjak diluncurkannya Tiger, membuatnya system operasi tersukses yang dirilis Apple sepanjang sejarah. Ia juga mengemukakan bahwa Mac OS X telah direncanakan sejak awal untuk bekerja sama dengan prosesor Intel x86 di samping PowerPC, CPU untuk sistem operasi juga telah dipasarkan. Pada bulan Juni 2005, Apple mengumumkan rencananya untuk merilis x86 berbasis komputer pertama pada bulan Juni 2006, sisanya transisi ke x86 pada bulan Juni 2007. Pada tanggal 10 Januari 2006, Apple merilis iMac dan MacBook Pro pertama mereka yang menawarkan teknologi prosesor Intel Core Duo, dan mengumumkan bahwa seluruh produk Apple akan ditransisi ke prosesor Intel pada akhir tahun 2006. Kemudian Apple merilis Mac Pro dan mengumumkan Xserve baru pada 8 Agustus 2006, melengkapi transisi Intel dalam 210 hari.

Tiger merupakan versi pertama dari Mac OS X yang tersedia pada DVD bukan di CD, walaupun DVD tersebut dapat ditukar dengan CD untuk $ 9,95. Tiger juga merupakan versi pertama dari Mac OS yang memiliki nomor versi update terakhir dengan nilai lebih besar dari 9, dengan 10.4.10 dan 10.4.11 update.

Sejarah Mac OS X 10.5 “Leopard”

Mac OS X 10.5 “Leopard” merupakan versi terbaru dari versi sebelumnya yaitu Mac OS X 10.4 “Tiger”. Mac OS X versi 10,5 “Leopard” termasuk dalam keenam besar Mac OS X yang dirilis secara besar-besaran, Apple desktop dan system operasi server untuk untuk computer Macintosh, tetapi juga merupakan pengganti untuk Mac OS X v10.4 “Tiger”. Leopard dirilis pada tanggal 26 Oktober 2007, dan tersedia dalam dua varian: versi desktop, cocok untuk komputer pribadi, dan versi server, Mac OS X Server.

Apple menawarkan pengurangan biaya-upgrade kepada orang yang membeli komputer Apple baru setelah tanggal 1 Oktober 2007, yaitu mereka yang belum memiliki Mac OS X v10.5 Leopard pada komputernya. Steve Jobs di MacWorld 2008 menyatakan bahwa lebih dari 20% dari Mac menggunakan Leopard sebagai sistem operasi mereka. Leopard akan digantikan oleh Mac OS X v10.6 “Snow Leopard”, yang diharapkan dapat diluncurkan pada pertengahan tahun 2009.

Referensi :

http://www.isekolah.org/file/h_1083037226.doc

http://alinnurdin.files.wordpress.com/2007/11/sejarah-tik.doc

http://makmun.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/8783/Komputer.doc

http://www.kedah.edu.my/bersamaguruict/itukomputer.doc

http://www.sman2-klt.sch.id/modulpelajaran/Modul%20Pengenalan%20Komputer.doc

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: